Pernah nggak sih, kamu dihadapkan oleh beberapa pilihan yang membingungkan
Ketika kamu tak tahu harus berhenti atau meneruskan
perjalanan dengan memilih jalan mana yang akan kau tempuh
Aku memang akan berjalan tapi tak tahu kearah mana
Aku sadar, tak ada yang sempurna kecuali sang pencipta
Tapi ketika seseorang telah menetapkan standart yang
merupakan harga mati, aku tau itu tak bisa dirubah apapun keadaannya.
Tapi cinta, bisa meretakkan kayu jati sekalipun.
Kini aku yang ragu, apakah cintaku mempunyai kekuatan sekuat
itu?
Dicintai atau mencintai? Masih menjadi misteri.
Aku pernah begitu mencintai lalu kini aku aku ditinggalkan
tanpa sisa
Egois sekali jika seseorang hanya ingin merasa dicintai.
Tapi itulah aku kini.
Tak ingin dikecewakan selalu membekas dalam pikirku tanpa
celah, tak bisa diretakkan. Dengan cinta sekalipun.
Banyak pilihan yang harus segera diselesaikan agar tak ada
yang terluka.
Meskipun kutau akhirnya aku yang nantinya terluka.
Kebahagiaan tak boleh menjadi korban.
Kebahagiaan tak seharusnya jadi alat tukar.
Karenanya, ia ada 2 macam. Abadi dan sementara.
Kemanapun kau akan melangkah, kau akan menemukan keadaan
yang sama, dimana jalan penuh lubang, liku-liku, dan malam yang sama gelapnya.
Hanya hatimu yang berhak menilai, dimanakah kau lebih nyaman
untuk menapak.
Saat dimana kau tertusuk duri, tapi tak terasa sakit ataupun
berdarah. Karena kau sudah menemukan penawarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar